
Buku ini merupakan sebuah eksplorasi intelektual yang berani, berdiri tepat di persimpangan krusial antara iman yang teguh dan rasionalitas yang tajam. Penulis menantang dikotomi klasik yang sering kali memisahkan sejarah dari teologi, mengajak pembaca untuk tidak lagi memenjarakan figur Yesus dalam ruang iman yang kebal kritik atau sekadar mereduksi-Nya menjadi objek sejarah yang kehilangan daya gugahnya. Dengan argumentasi yang solid dan mendalam, buku ini membuktikan bahwa iman Kristen tidak memerlukan perlindungan dari penyelidikan rasional; sebaliknya, keduanya saling menguji dan menerangi untuk menyingkapkan kebenaran yang melampaui waktu. Melalui penelusuran data sejarah, analisis terhadap klaim kebangkitan, hingga konsekuensi eksistensial dari makna salib, penulis membawa kita melampaui sekadar pembuktian teoretis menuju pertanyaan fundamental: bagaimana seharusnya manusia hidup jika kekekalan sungguh telah menyentuh sejarah?
Price Soon