Koleksi buku

Temukan bacaan Anda

Jelajahi koleksi buku kami. Kenali setiap karya melalui sinopsis dan informasi lengkapnya.

73 buku dalam koleksi

Sampul buku Membentuk Jemaat yang Memuridkan: Strategi, Model, dan Praktik Pendidikan Warga Jemaat bagi Gereja Masa Kini
Terbitan baru

Membentuk Jemaat yang Memuridkan: Strategi, Model, dan Praktik Pendidikan Warga Jemaat bagi Gereja Masa Kini

Membentuk Jemaat yang Memuridkan hadir sebagai panduan praktis bagi gereja yang ingin mengubah pendidikan warga jemaat menjadi proses pemuridan yang terarah, kontekstual, dan berkelanjutan. Buku ini melanjutkan landasan teologis Buku dengan menunjukkan cara menerapkannya dalam kehidupan serta pelayanan gereja masa kini. Pembahasan dimulai dengan langkah membaca kondisi dan kebutuhan nyata jemaat. Gereja diajak mengenali komposisi generasi, kondisi keluarga, pergumulan sosial, kesehatan, ekonomi, tingkat keterlibatan pelayanan, dan tantangan iman di ruang digital. Hasil pemetaan tersebut kemudian digunakan untuk menyusun kurikulum yang alkitabiah, Kristosentris, partisipatif, terukur, dan sesuai konteks. Buku ini menjelaskan bagaimana khotbah dapat dihubungkan dengan pembinaan lanjutan, kelompok kecil menjadi ruang pertumbuhan, serta mentoring, coaching, dan pemuridan pribadi dipakai untuk membentuk karakter dan panggilan pelayanan. Katekisasi dan sekolah teologi awam ditempatkan sebagai jalur pembelajaran yang membangun identitas iman, bukan sekadar kegiatan formal. Pembaca juga diperlengkapi untuk menghadapi budaya post-truth, mengembangkan literasi digital Kristen, membangun pendidikan lintas generasi, dan memperkuat keluarga sebagai mitra utama gereja. Perhatian khusus diberikan kepada pendidikan pastoral bagi penyintas kanker, orang tua tunggal, lansia, jemaat berduka, keluarga yang berkonflik, dan kaum muda yang mengalami krisis identitas. Pengalaman IC3 Penyintas dan IC3 Filia disajikan sebagai contoh pendidikan kontekstual yang bertumbuh melalui firman, kesaksian, doa, pendampingan, dan komunitas. Bagian akhir membahas kepemimpinan yang memperlengkapi, pengembangan pengajar awam, pengukuran dampak, serta penelitian tindakan dalam gereja. Melalui peta implementasi satu tahun dan tiga tahun, buku ini menolong gereja bergerak dari program yang terpisah menuju budaya belajar yang menghasilkan pelayan, pemimpin, dan pemurid baru. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan pertanyaan refleksi pada setiap bab, pembaca dituntun untuk mengevaluasi pelayanan, menetapkan prioritas, serta mengambil langkah nyata menuju multiplikasi pemuridan yang sehat.

Sampul buku Pendidikan Warga Jemaat sebagai Jantung Pertumbuhan Gereja: Landasan Teologis, Historis, dan Filosofis bagi Jemaat yang Dewasa dalam Kristus
Terbitan baru

Pendidikan Warga Jemaat sebagai Jantung Pertumbuhan Gereja: Landasan Teologis, Historis, dan Filosofis bagi Jemaat yang Dewasa dalam Kristus

Gereja yang ramai belum tentu merupakan gereja yang bertumbuh. Banyaknya kegiatan, tingginya kehadiran, dan padatnya program pelayanan dapat terlihat mengesankan, tetapi belum tentu menghasilkan jemaat yang dewasa dalam Kristus. Buku ini mengajak pembaca melihat kembali pendidikan warga jemaat sebagai jantung pertumbuhan gereja, bukan sekadar program tambahan atau kegiatan bagi kelompok usia tertentu. Berangkat dari Efesus 4:11-16, pembahasan menempatkan Kristus sebagai Kepala Gereja dan para pemimpin sebagai pihak yang memperlengkapi seluruh jemaat untuk melayani. Amanat Agung dipahami sebagai mandat untuk membentuk murid yang mengenal kebenaran, hidup dalam ketaatan, dan mampu memuridkan orang lain. Ulangan 6:4-9 kemudian memperlihatkan bahwa keluarga dan komunitas iman merupakan ruang penting untuk mewariskan iman melalui pengajaran, keteladanan, percakapan, dan kehidupan sehari-hari. Buku ini juga membahas gereja sebagai tubuh Kristus, imamat am orang percaya, serta tanggung jawab setiap anggota untuk belajar, melayani, dan bersaksi. Jejak pendidikan iman ditelusuri dari Perjanjian Lama, gereja mula-mula, masa Reformasi, perkembangan sekolah Minggu, hingga konteks gereja Indonesia masa kini. Pembaca diperkenalkan pada pembelajaran sepanjang hayat yang mempertimbangkan pengalaman, tahapan usia, dialog, refleksi, dan penerapan nyata. Penjelasannya menolong pembaca memahami bahwa pembentukan iman menyentuh kepala, hati, tangan, dan relasi: pengetahuan yang benar, kasih kepada Allah dan sesama, tindakan pelayanan, serta kehidupan komunitas yang saling menguatkan dalam menghadapi perubahan zaman dan beragam tantangan kehidupan. Pada akhirnya, pendidikan warga jemaat diarahkan untuk menghubungkan penginjilan dengan pemuridan, membangun karakter, mengembangkan pemimpin, dan menciptakan budaya belajar dalam gereja. Dengan pertanyaan refleksi, peta konsep, ringkasan eksegesis, tabel pemuridan, glosarium, serta bahan diskusi, buku ini menjadi sumber yang bermanfaat bagi pendeta, majelis, pelayan, mahasiswa teologi, orang tua, dan warga jemaat yang merindukan gereja yang sehat, dewasa, tangguh, serta mampu bermultiplikasi.

Sampul buku Setelah Ia Pulang ke Surga: Perjalanan Hati Menembus Kabut Duka
Terbitan baru

Setelah Ia Pulang ke Surga: Perjalanan Hati Menembus Kabut Duka

Kehilangan orang terkasih dapat membuat waktu seolah berhenti. Rumah yang dahulu hangat terasa sunyi, kenangan datang tanpa diundang, dan hati dipenuhi pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Setelah Ia Pulang ke Surga hadir sebagai teman perjalanan bagi siapa pun yang sedang berusaha melangkah di tengah kabut duka. Berawal dari detik perpisahan yang mengguncang, buku ini membawa pembaca memasuki lorong kenangan, menghadapi penyangkalan, amarah, penyesalan, kesepian, dan kesedihan yang mendalam. Setiap perasaan diterima sebagai bagian manusiawi dari proses berduka, bukan sebagai tanda lemahnya iman. Melalui kisah yang jujur, renungan Alkitab, serta pertanyaan reflektif, pembaca diajak mengenali luka tanpa harus terburu-buru menyembunyikan atau melupakannya. Perlahan, perjalanan bergerak menuju pengharapan. Dukungan keluarga dan sahabat, dialog dengan Tuhan, serta momen sederhana sehari-hari menjadi cahaya kecil yang menolong hati bernapas kembali. Kenangan tentang mereka yang telah pergi tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai warisan kasih yang dapat diteruskan melalui nilai, tindakan, dan pelayanan kepada sesama. Buku ini juga mengajak pembaca memaafkan diri sendiri, melepaskan penyesalan, menemukan makna baru, dan berani melukis masa depan. Melepaskan bukan berarti melupakan. Melanjutkan hidup juga bukan bentuk pengkhianatan terhadap cinta yang pernah ada. Justru melalui kehidupan yang dijalani dengan penuh syukur, cinta itu memperoleh bentuk baru. Setelah Ia Pulang ke Surga adalah pelukan bagi hati yang terluka dan lentera bagi langkah yang kehilangan arah. Di balik kabut paling pekat, pembaca diajak percaya bahwa Tuhan tetap hadir, pemulihan selalu mungkin, dan perpisahan bukanlah akhir dari kasih yang telah ditanamkan. Bagi mereka yang merasa sendiri, halaman-halaman ini menyediakan ruang aman untuk menangis, mengingat, berdoa, dan bertumbuh. Pembaca tidak dituntut segera pulih, tetapi ditemani untuk menjalani setiap musim dengan jujur, sabar, dan berani, sampai kedamaian perlahan menemukan tempatnya kembali di dalam hati terluka.

Sampul buku Dari Teks ke Hati Pendengar: Panduan Menyusun Khotbah Efektif dengan Model Empat Halaman
Terbitan baru

Dari Teks ke Hati Pendengar: Panduan Menyusun Khotbah Efektif dengan Model Empat Halaman

Khotbah bukan sekadar menyampaikan pengetahuan Alkitab dari atas mimbar. Khotbah adalah pelayanan yang mempertemukan firman Tuhan dengan kenyataan hidup manusia. Namun, banyak khotbah kehilangan daya karena terlalu padat informasi, tidak memiliki fokus, jauh dari pergumulan jemaat, atau hanya berisi tuntutan tanpa menghadirkan berita anugerah. Dari Teks ke Hati Pendengar hadir untuk menolong para pengkhotbah mengatasi kesenjangan tersebut. Buku ini memperkenalkan Model Empat Halaman, sebuah pendekatan homiletika yang membawa khotbah melalui empat gerakan penting: masalah dalam teks Alkitab, masalah dalam kehidupan pendengar masa kini, anugerah Allah dalam teks, dan anugerah Allah bagi pendengar sekarang. Melalui alur ini, pengkhotbah dibimbing untuk memahami teks secara bertanggung jawab, mengenali kebutuhan jemaat dengan kepekaan pastoral, dan membawa seluruh pemberitaan kepada Kristus. Disusun dengan bahasa yang komunikatif dan langkah yang sistematis, buku ini membahas cara menemukan pesan utama, membangun hubungan antara teks dan konteks, menghindari khotbah moralistik, memilih ilustrasi yang tepat, merumuskan aplikasi yang konkret, serta menyampaikan khotbah secara jelas dan hidup. Berbagai contoh, pertanyaan penuntun, lembar kerja, rubrik evaluasi, dan daftar periksa turut disediakan agar pembaca dapat langsung menerapkannya dalam persiapan pelayanan. Buku ini juga menegaskan bahwa keberhasilan khotbah tidak diukur dari penampilan pengkhotbah, melainkan dari kesetiaan terhadap firman dan kemampuannya menghadirkan pengharapan Allah dalam pergumulan nyata umat dan mendorong respons iman mereka.

Sampul buku Hidup Ini adalah Siklus Kehilangan
Terbitan baru

Hidup Ini adalah Siklus Kehilangan

Setiap manusia pasti mengalami kehilangan. Kita kehilangan waktu, masa muda, orang yang dikasihi, kesempatan, harapan, bahkan versi diri yang dahulu pernah kita kenal. Namun sering kali, kehilangan dipandang sebagai gangguan dalam hidup, merupakan sesuatu yang harus segera diselesaikan, disembuhkan, atau dilupakan. Buku Hidup Ini adalah Siklus Kehilangan hadir untuk membongkar cara pandang itu dengan tegas: kehilangan bukanlah penyela kehidupan, melainkan bagian dari struktur kehidupan itu sendiri. Melalui pendekatan teologi kontemporer, psikologi, dan refleksi iman yang mendalam, buku ini menuntun pembaca untuk memahami bahwa hidup tidak selalu bergerak secara linear menuju keberhasilan. Hidup berjalan dalam siklus: ada waktu menerima, ada waktu melepas; ada waktu menangis, ada waktu menari. Di tengah siklus itu, pembaca diajak untuk berhenti menyalahkan diri sendiri, berhenti memandang kehilangan sebagai hukuman Tuhan, dan mulai melihat bahwa Tuhan tidak pernah menjauh dari manusia yang patah. Justru dalam duka, Ia hadir sebagai Pribadi yang menemani, menopang, dan memberi makna baru. Buku ini juga tidak berhenti pada perenungan. Pembaca diajak masuk ke praktik nyata: merawat luka melalui doa, jurnal, komunitas, dan ritual kecil yang menguatkan jiwa. Dengan bahasa yang puitis namun tetap tegas, buku ini menjadi teman perjalanan bagi siapa pun yang sedang kehilangan, pernah kehilangan, atau takut kehilangan. Ini bukan buku yang menjanjikan hidup tanpa air mata, tetapi buku yang meneguhkan bahwa tidak ada satu pun air mata yang sia-sia ketika dijalani bersama Tuhan.

Sampul buku Ketika Istri Menjadi Tulang Punggung: Ketika bahu seorang istri menopang kehidupan yang tak pernah ia pilih, ia tetap berdiri—bukan karena kuat, tetapi karena cinta
Terbitan baru

Ketika Istri Menjadi Tulang Punggung: Ketika bahu seorang istri menopang kehidupan yang tak pernah ia pilih, ia tetap berdiri—bukan karena kuat, tetapi karena cinta

Bukankah hampir setiap perempuan menikah dengan harapan membangun keluarga bersama seorang suami yang menjadi pelindung sekaligus pencari nafkah? Lalu, apa yang terjadi ketika kenyataan berbalik istri justru menjadi tulang punggung keluarga? Di tengah tuntutan ekonomi, ia berjuang di dunia kerja, tetapi di saat yang sama dihantui rasa bersalah karena meninggalkan anak-anak yang membutuhkan kehadirannya. Apakah ia sedang gagal sebagai ibu, atau justru sedang menyelamatkan keluarganya? Ketika Istri Menjadi Tulang Punggung mengupas dengan jujur dilema yang jarang dibicarakan, mengajak pembaca melihat pergumulan ini dengan hati yang lebih bijaksana, tanpa menghakimi, dan menemukan makna, kekuatan, serta harapan di balik peran yang tidak pernah ia impikan.

Sampul buku Tuhan Belum Selesai Menulis Ceritamu: Menemukan Harapan di Tengah Musim Perjuangan melalui Pohon Pemikiran dan Rantai Iman yang Tak Terputus
Terbitan baru

Tuhan Belum Selesai Menulis Ceritamu: Menemukan Harapan di Tengah Musim Perjuangan melalui Pohon Pemikiran dan Rantai Iman yang Tak Terputus

Buku Tuhan Belum Selesai Menulis Ceritamu mengajak pembaca melihat penderitaan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai bagian dari karya Tuhan yang masih berlangsung. Berangkat dari pengalaman nyata Pdt. Dr. Arianto mendampingi istrinya, Pdt. Dr. Erika Fanny, menghadapi berbagai pergumulan kesehatan, buku ini menghadirkan kesaksian yang jujur tentang iman di tengah ketidakpastian.

Sampul buku Mereka Tidak Melihat Ke Depan

Mereka Tidak Melihat Ke Depan

Pernikahan sering kali dimulai dengan harapan yang indah, tetapi tidak sedikit pasangan yang kemudian dikejutkan oleh kenyataan hidup bersama. Setelah pesta usai dan rutinitas dimulai, dua pribadi yang berbeda harus belajar menghadapi perbedaan karakter, luka masa lalu, harapan yang tidak terpenuhi, serta konflik yang berulang. Dalam proses itu, banyak pasangan perlahan kehilangan arah. Mereka terlalu sibuk memperhatikan kekurangan, kesalahan, dan kelemahan pasangan, hingga lupa bahwa pernikahan seharusnya membawa mereka berjalan menuju tujuan yang sama. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat pernikahan bukan sebagai akhir dari kisah romantis, melainkan sebagai perjalanan pertumbuhan, pengorbanan, pemulihan, dan pembentukan karakter. Pernikahan bukan tempat untuk saling mengubah atau mengendalikan, melainkan ruang untuk belajar mengasihi, bertumbuh, dan membangun masa depan bersama. Ketika pasangan terus berhadapan satu sama lain dalam kemarahan dan kekecewaan, konflik mudah menjadi lingkaran tanpa akhir. Namun ketika mereka memilih berdiri berdampingan dan memandang ke arah yang sama, pernikahan dapat kembali menjadi tempat yang penuh harapan. Dengan bahasa yang reflektif dan dekat dengan pergumulan kehidupan rumah tangga, buku ini menolong pasangan untuk berhenti terjebak dalam pertengkaran yang melelahkan, memulihkan visi bersama, serta menemukan kembali alasan mengapa pernikahan mereka layak diperjuangkan. Buku ini adalah undangan untuk membangun pernikahan yang tidak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh dalam kasih, tujuan, dan pengharapan.

Sampul buku Tuhan Menemukanku Di Titik Terendah

Tuhan Menemukanku Di Titik Terendah

Tuhan Menemukanku di Titik Terendah menghadirkan kumpulan kisah nyata tentang perjumpaan dengan Tuhan ketika hidup berada dalam masa yang paling rapuh. Melalui pengalaman para penulis, pembaca diajak menyelami pergumulan sakit, kehilangan, luka pelayanan, kehancuran batin, ketidakpastian masa depan, hingga perjuangan untuk tetap percaya ketika jalan hidup terasa gelap. Setiap kesaksian menunjukkan bahwa titik terendah bukan selalu akhir dari perjalanan. Justru di tengah kelemahan, air mata, dan pertanyaan yang belum terjawab, Tuhan tetap hadir dengan cara-Nya yang penuh kasih. Ia menopang yang lelah, memulihkan yang terluka, serta menuntun langkah demi langkah menuju pengharapan yang baru. Buku ini tidak menawarkan jawaban instan atas setiap persoalan hidup. Namun, melalui kisah-kisah yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, pembaca akan menemukan penguatan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Tuhan Menemukanku di Titik Terendah menjadi pengingat bahwa dalam keadaan apa pun, tangan Tuhan tidak pernah berhenti bekerja—menguatkan, memulihkan, dan membawa kehidupan kepada terang-Nya.

Sampul buku Di  Antara  Aturan Dan  Kenyataan

Di Antara Aturan Dan Kenyataan

Di Antara Aturan dan Kenyataan: Kisah tentang Keputusan di Ruang Abu-Abu mengajak pembaca memasuki dunia kerja yang tidak selalu berjalan sesuai prosedur, tetapi juga tidak dapat dilepaskan dari tuntutan tanggung jawab moral. Melalui sudut pandang seorang tokoh yang awalnya datang untuk menjalankan tugas logistik, buku ini menampilkan perjalanan menghadapi lingkungan kerja sementara, sistem yang belum tertata, keterbatasan sumber daya, serta perubahan peran yang datang tanpa banyak pilihan. Ketika ia terlibat dalam proses pengadaan, penetapan hasil, dan pembayaran, ia berhadapan dengan kenyataan bahwa keputusan yang benar secara administratif belum tentu diterima sebagai benar oleh semua pihak. Di tengah tekanan sosial, kepentingan lokal, dokumen yang tampak lengkap, kondisi lapangan yang berbeda, serta narasi yang dapat dibentuk ulang, ia harus menentukan sikap. Setiap pilihan membawa risiko: mengikuti aturan secara kaku dapat mengabaikan kenyataan, sementara mengikuti kenyataan dapat membuka pertanyaan tentang dasar dan pertanggungjawaban. Buku ini tidak menawarkan jawaban sederhana tentang benar dan salah. Sebaliknya, pembaca diajak memahami "ruang abu-abu", yaitu situasi ketika data tidak lengkap, waktu terbatas, tekanan hadir secara halus, dan konsekuensi baru terlihat setelah keputusan diambil. Dengan gaya reflektif dan komunikatif, kisah ini menyoroti pentingnya ketelitian, keberanian, integritas, serta kemampuan membaca konteks yang tidak selalu tertulis. Di Antara Aturan dan Kenyataan relevan bagi pemimpin, pekerja profesional, pengambil keputusan, dan siapa pun yang pernah berada dalam situasi sulit. Buku ini mengingatkan bahwa integritas bukan hanya tentang mematuhi prosedur, melainkan juga tentang menjaga arah, dasar, dan cara bertindak ketika tidak ada pilihan yang sepenuhnya ideal. Melalui pengalaman tersebut, pembaca didorong untuk menimbang keputusan secara jernih, manusiawi, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam praktik sehari-hari.

Sampul buku Tuhan Buka Jalan
Terbitan baru

Tuhan Buka Jalan

Kehidupan tidak selalu dimulai dari keadaan yang ideal, dan buku ini membuktikannya lewat kisah nyata yang jujur dan menyentuh hati. Dilahirkan di tengah badai perpisahan orang tua membuat Pdt. Paulus Herry Soesanto kecil bertumbuh dalam ruang kosong yang dipenuhi pertanyaan tentang masa depan. Dibesarkan oleh keluarga besar dengan segala gesekan karakter, ia justru menempa diri dalam "sekolah kehidupan" yang membentuk mentalitas pantang menyerah dan iman yang hidup. Ketika pelukan ayah duniawi terasa jauh, ia menemukan Tuhan sebagai "Papa". Pribadi nyata tempatnya bersandar, mengadu, dan meraih keberanian untuk melangkah menembus keterbatasan ekonomi. Hubungan pribadi inilah yang menjadi metronom iman dan dasar dari setiap keputusan besar dalam seluruh musim hidupnya. Perjalanan pun berlanjut ke panggung dunia usaha dan pelayanan yang penuh dengan dinamika jatuh bangun. Pembaca akan dibawa ikut merasakan ketegangan tahun 1987, saat kelahiran anak pertama yang mengalami kelainan fisik bertepatan dengan kebangkrutan usaha yang menguras air mata. Namun, kejujuran di hadapan Tuhan dan keteguhan beradaptasi mengubah sampah menjadi dolar melalui jalur ekspor, hingga menuntunnya menguasai berbagai bidang bisnis baru dari otomotif, pariwisata, hingga perumahan rakyat. Di balik kesuksesan yang terlihat, buku ini dengan berani menyingkapkan harga perjuangan di dalam rumah; ego, dan luka keluarga yang menuntut kerendahan hati untuk saling mengampuni. Hingga puncaknya pada peristiwa kritis 1 Agustus 2021, saat mukjizat memperpanjang hidupnya dari gerbang kematian, Paulus Herry membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah terlambat membuka jalan. Buku ini bukan sekadar autobiografi, melainkan cermin pemulihan yang menegaskan bahwa selama Tuhan buka jalan, kegagalan bukan akhir dari segalanya.

Sampul buku Tuhan Tubuhku Sedang Lelah
Terbitan baru

Tuhan Tubuhku Sedang Lelah

"Tuhan, Tubuhku Sedang Lelah”, lahir dari pergumulan nyata tentang tubuh yang berulang kali dihantam sakit, hingga jiwa pun ikut letih dan tubuh sedang berduka. Buku ini ditulis untuk Anda yang sedang sakit, lelah, kehilangan, memikul beban hidup, merawat orang lain, atau diam-diam bertanya, “Mengapa tubuhku terasa begitu lelah?” Dengan pendekatan empatik, psikologis, dan teologis, buku ini menolong kita menyadari bahwa tidak semua luka terlihat, tidak semua kelelahan dapat dijelaskan, dan tidak semua tubuh yang diam berarti baik-baik saja. Lebih dari sekadar bacaan, buku ini adalah ruang aman untuk memahami tubuh, memberi tempat bagi luka, dan belajar pulih bersama Tuhan, tanpa harus terus berpura-pura kuat. Buku ini ditulis oleh Pdt. Dr. Erika Fanny adalah seorang pendeta, penulis, dan pejuang kanker jenis langka yang juga hidup dengan beberapa penyakit kronis lainnya. Di tengah pergumulan kesehatan, ia tetap setia berkarya dan melayani dengan penuh ketekunan. Ia adalah pendiri Yayasan Satu Visi Bagi Indonesia, yang menaungi berbagai pelayanan, antara lain Komunitas IC3 (Indonesia Christian Cancer Community), Komunitas IC3 Filia, Rumah Belajar Satu Visi di Kalimantan Barat, serta Penerbitan Buku Satu Visi Bagi Indonesia. Sebagai penulis yang produktif, ia telah menulis lebih dari 40 judul buku, serta menciptakan lagu dan berbagai karya pelayanan lainnya. Melalui tulisan dan pelayanannya, ia rindu menghadirkan penguatan, pengharapan, dan pemulihan bagi banyak orang yang sedang bergumul dengan kehidupan.

Sampul buku 60 Days Self Healing For Terminal Illness
Pembelian online

60 Days Self Healing For Terminal Illness

Dalam menghadapi kabar buruk dan diagnosis penyakit berat yang mengguncang, buku "60 Days Self-Healing for Terminal Illness" hadir sebagai panduan yang tegas namun penuh kasih. Ditulis oleh Pdt. Dr. Erika Fanny dari pengalaman pribadinya sebagai pejuang penyakit kronis, buku ini mengajak Anda pada sebuah perjalanan batin selama 60 hari. Ini bukanlah janji kesembuhan instan, melainkan sebuah deklarasi bahwa pemulihan sejati dimulai dari dalam, dari kesiapan untuk menghadapi luka, air mata, dan kebingungan tanpa rasa malu. Buku ini secara lugas menegaskan bahwa nilai hidup tidak ditentukan oleh seberapa sempurna atau sehatnya tubuh, tetapi oleh keberanian untuk tetap berjuang dan menemukan arti di tengah badai. Melalui setiap hari refleksi dan doa, Anda akan dipimpin untuk menyusun ulang harapan, berdamai dengan tubuh, dan menemukan kekuatan di tengah kelemahan. Dengan nada yang profesional dan penuh pengharapan, buku ini membimbing Anda untuk menyadari bahwa Anda berharga, bahkan di saat tak berdaya. Pesan utamanya urgen: jangan biarkan diagnosis merampas martabat dan sukacita Anda. Dengan setiap bab yang menyentuh, buku ini menjadi sahabat yang mengingatkan bahwa di balik sakit yang nyata, ada jiwa yang bisa tetap utuh dan kuat, dan bahwa terang bisa muncul dari dalam diri.

Rp100.000

Lihat Detail Buku
Sampul buku Tidak Apa Apa Menangis Sebentar
Pembelian online

Tidak Apa Apa Menangis Sebentar

Buku ini hadir sebagai sebuah pelukan sunyi bagi setiap perempuan yang telah terlalu lama berdiri tegak demi orang lain hingga lupa cara untuk duduk dan beristirahat tanpa rasa bersalah. Melalui untaian narasi yang mendalam dan teduh, Pdt. Dr. Erika Fanny mengajak pembaca untuk merobohkan tembok kebohongan halus yang menyatakan bahwa air mata adalah tanda runtuhnya iman.

Rp50.000

Lihat Detail Buku
Sampul buku Mei Ai
Bacaan anak

Mei Ai

buku kisah nyata diangkat dari seorang anak usia 5 tahun dimana mamanya tengah berjuang dalam kanker ganas.

Sampul buku Setiap  Kita  Punya  Cerita
Buku terlaris

Setiap Kita Punya Cerita

Setiap kita punya cerita. Perjalanan cerita harus dibagikan. Berbagai kisah ditulis disana dengan satu kerinduan bahwa hidup jadi berkat. Tiap penulis mengukir kisah dari perjalanan berbeda. Sakit, doa yang dijawab Tuhan dengan cara unik, kisah mukjizat, impian yang indah, dll.

Sampul buku Dewasa Di Tengah Luka Luka Yang Membentuk Kasih Yang Menyembuhkan
Buku terlaris

Dewasa Di Tengah Luka Luka Yang Membentuk Kasih Yang Menyembuhkan

Kenangan adalah mozaik kehidupan yang tersusun dari serpihan masa lalu mengajarkan kita untuk untuk melihat setiap momen, baik manis maupun pahit sebagai bagian dari rencana indah Tuhan. Luka-luka yang kita alami bukan untuk membuat kita tenggelam dalam kepahitan, melainkan untuk menempa kita menjadi pribadi yang dewasa, matang, dan anggun. Menjalani hidup ini dengan penuh iman, kesabaran, dan pengharapan memberi kekuatan untuk terus melangkah, meski tantangan dan cobaan menghadang. Buku ini berbagi nilai-nilai kehidupan yang telah menempa perjalanan seorang hamba Tuhan: bahwa keteguhan dalam iman kepada Tuhan, kesabaran dalam perjuangan, kasih dan pengampunan di tengah luka, serta kemandirian dan ketangguhan untuk bertahan, berbuah manis. Melalui kisah-kisah nyata yang tertuang didalamnya, kita akan menemukan inspirasi dan kekuatan untuk menghadapi masa-masa sulit, serta belajar memandang setiap kenangan sebagai warisan tak ternilai yang membentuk pribadi lebih baik. Buku ini mengingatkan bahwa hidup adalah perjuangan yang harus dijalani dalam pengharapan dan keyakinan bahwa bahwa hari esok selalu membawa kebaikan baru. Mari berjalan bersama menapaki jejak kehidupan, meresapi hikmah di balik setiap cerita, dan menemukan keindahan dalam perjalanan hidup yang penuh dengan warna, di bawah naungan kasih dan pertolongan Tuhan.

Sampul buku Melepas Untuk Terbang: Perjalanan Menyusuri Empty Nest dengan Iman dan Kasih
Buku terlaris

Melepas Untuk Terbang: Perjalanan Menyusuri Empty Nest dengan Iman dan Kasih

Empty Nest bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari penemuan diri yang baru. Dalam keheningan, ada kesempatan untuk bertumbuh, mencintai, dan merangkul harapan. Temukan kebijaksanaan, inspirasi, dan dorongan untuk menjadikan fase ini sebagai momen transformasi yang indah. Mari bersama-sama merayakan setiap langkah menuju masa depan yang penuh kemungkinan.

Sampul buku Langkah Kecil Kasih Besar
Terbitan baru

Langkah Kecil Kasih Besar

Kumpulan 52 renungan yang berisi nilai-nilai kehidupan tentang pernikahan, parenting dan dinamika rumah tangga ini bukan sekedar tulisan, melainkan wujud panggilan untuk membangun warisan sejarah iman bagi generasi.

Sampul buku Piala Wanitaku
Terbitan baru

Piala Wanitaku

Piala WanitaKu adalah sebuah perjalanan rohani yang menggugah, menyentuh relung hati terdalam setiap wanita yang merindukan hidup dalam kehendak Allah. Melalui simbol "piala" yang diurai secara mendalam dan puitis, buku ini membukakan makna kehidupan perempuan yang dibentuk, ditempa, dan dimurnikan untuk menjadi kehormatan bagi Tuhan.

Sampul buku 7  Pilar  Kekuatan  Gereja
Terbitan baru

7 Pilar Kekuatan Gereja

Dalam denyut nadi zaman yang tak pernah berhenti, tersembunyi kerinduan mendalam akan gereja yang berdiri tegak bagai mercusuar di tengah badai kehidupan. Buku "7 Pilar Kekuatan Gereja" hadir sebagai peta bintang, menuntun kita menelusuri fondasi abadi yang memancarkan daya ilahi.

Sampul buku Sepatu  Kaca Yang Telah  Usang
Terbitan baru

Sepatu Kaca Yang Telah Usang

Buku "Sepatu Kaca" bukanlah sekadar untaian kata yang berkilauan layaknya kisah-kisah istana yang megah. Ia justru terlahir dari sunyi dan pilu, di mana sepatu kaca impian telah retak oleh jejak panjang penderitaan dan pergumulan batin.

Sampul buku Menjangkau Jiwa Di Dunia Maya
Terbitan baru

Menjangkau Jiwa Di Dunia Maya

Menjangkau Jiwa di Dunia Maya: Penginjilan dan Pemuridan dalam Era DigitalDi tengah dunia yang semakin terkoneksi namun terasing, ketika kabar berseliweran lebih cepat dari doa, dan notifikasi mengalahkan suara hati

Sampul buku Penggembalaan Di  Era  Digital
Terbitan baru

Penggembalaan Di Era Digital

Buku ini adalah panggilan bagi gereja untuk hadir secara nyata di tengah arus digital yang kian deras—ketika media sosial menjadi ruang perjumpaan baru dan layar menjadi mimbar kehidupan.

Sampul buku Dari  Jemari  Ke Hati
Terbitan baru

Dari Jemari Ke Hati

Bagaikan pelita yang berkobar di tengah gemerlap layar dan alunan kode digital, Dari Jemari ke Hati: Mengalirkan Berkat melalui Dunia Digital mengundang jemaat untuk menari dalam ritme iman, menjadikan setiap ketikan doa dan setiap unggahan kesaksian kasih Kristus. Berpijak pada firman Tuhan seperti Amsal 4:23 dan Ibrani 10:24-25, buku ini adalah panggilan suci untuk merangkul dunia maya sebagai ladang misi, membangun komunitas virtual yang hangat, menjaga hati di tengah distraksi, dan memancarkan terang ilahi hingga ke ujung bumi. Dengan penuh harapan, buku ini mengalirkan semangat untuk melayani, mengubah layar menjadi jendela rohani, dan menginspirasi setiap jiwa untuk menjadi berkat dari jemari ke hati, dari dunia ke surga.

Sampul buku Kristen Dan Budaya Tionghoa
Terbitan baru

Kristen Dan Budaya Tionghoa

Buku "Kristen dan Budaya Tionghoa: Harmoni Pelayanan dalam Pemuridan Jemaat Etnis Tionghoa" karya Pendeta Dr. Nicodemus Chen, M.Th., hadir sebagai panduan esensial di tengah dinamika Kekristenan global.

Sampul buku Panggilanku  Seorang  Guru 2
Terbitan baru

Panggilanku Seorang Guru 2

Panggilanku Seorang Guru 2: Strategi Pengajaran Brilian untuk Transformasi Pembelajaran hadir untuk menginspirasi guru agar berani keluar dari pola lama, mencoba hal baru, dan menemukan kembali sukacita mengajar.

Sampul buku Gereja Penjaga Asa
Terbitan baru

Gereja Penjaga Asa

Di tengah badai senyap yang mengoyak sendi-sendi bangsa, bahaya Narkoba telah menjelma menjadi ancaman multidimensional yang merenggut tunas harapan dan mengancam cita-cita luhur Indonesia Emas 2045.

Sampul buku Applied  Ethics  In  The  Light  Of  Gods  Word
Terbitan baru

Applied Ethics In The Light Of Gods Word

Di tengah dunia yang kehilangan kompas moralnya, buku ini hadir sebagai panggilan untuk keberanian intelektual dan spiritual, mengundang Anda untuk menjadi duta besar Kerajaan yang diperlengkapi. Dengan fondasi kokoh dalam teologi Reformed, "Etika Terapan: Di Bawah Kedaulatan-Nya" akan membongkar isu-isu paling kompleks bukan untuk memberi Anda daftar aturan, melainkan untuk menempa sebuah imajinasi moral yang dibentuk oleh narasi agung Alkitab.

Sampul buku Kita  Hanya  Punya  Saat  Ini
Terbitan baru

Kita Hanya Punya Saat Ini

Kita Hanya Punya Saat Ini adalah seruan tegas bagi setiap anak Tuhan yang merindukan hubungan mendalam dengan Tuhan untuk merangkul momen kini sebagai anugerah ilahi yang suci. Berpijak pada kebenaran Alkitab seperti Pengkhotbah 3:1-8 dan Efesus 5:16, buku ini mengajak pembaca untuk melepaskan belenggu masa lalu dan kecemasan masa depan, menegaskan bahwa saat ini adalah waktu yang ditentukan Tuhan untuk iman, kasih, dan pelayanan.

Sampul buku Sejauh  Langkah  Kaki
Terbitan baru

Sejauh Langkah Kaki

"Sejauh Langkah Kaki" adalah sebuah kompilasi kisah otentik yang dihimpun dari pengalaman hidup para penjelajah kehidupan yang telah "banyak makan asam garam."

Sampul buku Logika  Salib
Terbitan baru

Logika Salib

Logika Salib adalah sebuah perjalanan intelektual dan spiritual yang berani menembus jantung misteri iman Kristen: mengapa Sang Putra Allah harus disalibkan di depan publik dunia? Buku ini menyingkapkan paradoks salib, skandal sekaligus kemuliaan, kelemahan sekaligus kekuatan, kebodohan di mata manusia namun hikmat Allah yang menyelamatkan. Dengan nada kritis, rasional, dan tetap penuh kehangatan iman, penulis mengajak pembaca merenungi salib bukan hanya sebagai simbol religius, tetapi sebagai pusat logika ilahi yang membongkar kesombongan dunia dan membangkitkan pengharapan yang baru.

Sampul buku Taman  Edenku
Terbitan baru

Taman Edenku

Jauh di dalam diri setiap individu, tersembunyi sebuah "Taman Eden", sebuah lanskap unik berisi potensi ilahi yang menunggu untuk diolah. Buku ini bukan sekadar panduan motivasi, melainkan sebuah peta strategis yang tegas dan praktis untuk perjalanan transformatif Anda. Anda akan dibimbing untuk menemukan benih-benih anugerah yang spesifik bagi Anda, melampaui identifikasi talenta biasa menuju pengenalan panggilan sejati. Selanjutnya, Anda akan diperlengkapi untuk mengusahakan taman tersebut dengan disiplin seorang pengelola yang setia, mengubah kerja keras menjadi ibadah dan tantangan menjadi pupuk pertumbuhan. Puncaknya, buku ini akan menunjukkan cara menuai berkat yang berkelanjutan, buah-buah keberhasilan yang tidak hanya memperkaya hidup Anda, tetapi juga menjadi persembahan kemuliaan bagi Sang Tuan Kebun. "Taman Edenku" adalah undangan radikal untuk berhenti menjadi penonton dan mulai menjadi penjaga kebun yang ahli atas takdir ilahi Anda.

Sampul buku Logika  Anugerah
Terbitan baru

Logika Anugerah

Logika Anugerah adalah sebuah eksplorasi mendalam yang secara kritis membongkar logika marketplace, sebuah sistem transaksional berbasis kinerja, utang, dan ketakutan yang tanpa sadar mendominasi kehidupan kita. Sebagai antitesis yang radikal, buku ini memperkenalkan Logika Anugerah sebagai sistem operasi ilahi yang membebaskan, di mana identitas kita tidak lagi dibangun di atas pencapaian, melainkan di atas penerimaan tak bersyarat di dalam Kristus.

Sampul buku Pulih  Atas  Luka  Emosi
Terbitan baru

Pulih Atas Luka Emosi

“Pulih Atas Luka Emosi” adalah sebuah perjalanan sunyi menuju ruang-ruang batin yang sering kita sembunyikan—tempat di mana rasa sakit memahat kita tanpa suara. Buku ini menuntun pembaca menelusuri jejak luka yang pernah diremehkan, disentuh dengan kelembutan Firman dan kejujuran reflektif yang memulihkan. Setiap halamannya mengajak kita berhenti sejenak, bernapas lebih dalam, dan menyadari bahwa di balik remuknya hati masih tersisa cahaya kasih Allah yang sanggup menata ulang hidup kita.

Sampul buku Panggilanku  Seorang  Guru 3 Di  Era  Digital
Terbitan baru

Panggilanku Seorang Guru 3 Di Era Digital

“Panggilanku Seorang Guru ke-3 di Era Digital” adalah sebuah simfoni refleksi bagi para pejuang di garda depan peradaban—para guru. Buku ini mengajak pembaca menapaki lorong-lorong pemahaman baru tentang panggilan suci, di mana papan tulis digital bertemu dengan hati nurani yang teguh. Di tengah badai disrupsi teknologi, tulisan-tulisan di dalamnya berfungsi sebagai kompas, memandu guru untuk tidak hanya bertahan, namun justru bersinar sebagai Kurator Pengetahuan dan Arsitek Karakter. Ini adalah sebuah deklarasi tentang peran guru yang melampaui sekat kelas; sebuah janji bahwa melalui pemahaman mendalam, penyelesaian masalah yang humanis, dan kontribusi yang signifikan, seorang guru dapat menabur benih makna abadi dalam jiwa anak didiknya, menjadikan teknologi sebagai sayap, bukan rantai, bagi masa depan pendidikan.

Sampul buku Logika  Iman
Terbitan baru

Logika Iman

Logika Iman menghadirkan sebuah kerangka pemikiran yang tegas dan terang mengenai rasionalitas iman Kristen di tengah dunia modern yang dipenuhi skeptisisme, relativisme, dan pencarian makna yang tak kunjung usai.

Sampul buku Tetap Di Sisi  Mu
Terbitan baru

Tetap Di Sisi Mu

Buku "Tetap di sisi-Mu: 60 Catatan Hati Perjuangan dan Pemulihan Diri Seorang Pendamping Terminal Illness" karya Pdt. Dr. Arianto adalah sebuah elegi kejujuran sekaligus kidung harapan yang lahir dari kedalaman hati seorang pendamping di tengah badai penyakit terminal yang merenggut peta kehidupan. Melalui enam puluh catatan harian yang intim dan menyentuh sanubari, pembaca diajak menapaki lorong-lorong kelam penuh ketakutan, kelelahan, dan ketidakpastian, di mana setiap langkahnya menjadi pencarian akan Sang Gunung Batu yang tak tergoyahkan saat dunia seolah runtuh. Sejalan dengan janji dalam Yesaya 61:1, bahwa Tuhan mengutus kita untuk menyembuhkan mereka yang remuk hati, buku ini bukan sekadar narasi tentang penderitaan, melainkan kesaksian agung tentang bagaimana tangan Tuhan menjamah setiap luka, memulihkan jiwa yang letih, dan mengubah air mata kesetiaan menjadi mata air pengharapan yang mengalir bagi sesama.

Sampul buku Jangan  Berhenti  Di  Saya
Terbitan baru

Jangan Berhenti Di Saya

Sebuah panggilan profetis bagi setiap orang percaya untuk keluar dari kekristenan yang statis menuju pemuridan yang hidup, bergerak, dan melipatgandakan kehidupan. Buku ini menegaskan bahwa anugerah Allah tidak pernah dimaksudkan untuk berhenti pada satu pribadi, melainkan mengalir sebagai estafet iman dari generasi ke generasi.

Sampul buku Dont Stop At Me
Terbitan baru

Dont Stop At Me

A prophetic call for every believer to step out of static Christianity towards a living, moving, and multiplying discipleship. This book asserts that God's grace was never meant to stop with one individual, but to flow as a relay of faith from generation to generation.

Sampul buku Logika  Penebusan
Terbitan baru

Logika Penebusan

Dalam dunia yang mengAgungkan keberhasilan, pretasi, kekuasaan, dan pencapaian, Logika Penebusan menghadirkan perspektif yang unik, yang kontras dan membebaskan: Allah menyatakan kemuliaan-Nya justru melalui salib.

Sampul buku Logika  Kebangkitan
Terbitan baru

Logika Kebangkitan

Buku ini lahir dari sebuah kegelisahan yang tenang namun mendesak, hadir di antara iman yang terlalu cepat merasa aman dan skeptisisme yang terlalu lekas merasa unggul. Di ruang yang jujur namun tak nyaman ini, narasi bergerak melampaui sekadar catatan sejarah yang membeku di tepi makam, mengajak jiwa untuk melangkah ke wilayah di mana nalar menemui batasnya dan iman menjadi sebuah langkah yang tak terelakkan.

Sampul buku Logika  Kekekalan
Terbitan baru

Logika Kekekalan

Buku ini merupakan sebuah eksplorasi intelektual yang berani, berdiri tepat di persimpangan krusial antara iman yang teguh dan rasionalitas yang tajam. Penulis menantang dikotomi klasik yang sering kali memisahkan sejarah dari teologi, mengajak pembaca untuk tidak lagi memenjarakan figur Yesus dalam ruang iman yang kebal kritik atau sekadar mereduksi-Nya menjadi objek sejarah yang kehilangan daya gugahnya. Dengan argumentasi yang solid dan mendalam, buku ini membuktikan bahwa iman Kristen tidak memerlukan perlindungan dari penyelidikan rasional; sebaliknya, keduanya saling menguji dan menerangi untuk menyingkapkan kebenaran yang melampaui waktu.

Sampul buku Logika Doa Bapa Kami
Terbitan baru

Logika Doa Bapa Kami

Banyak orang terjebak dalam rutinitas doa sebagai sekadar rangkaian kata tanpa memahami kedalaman makna di baliknya. Buku ini hadir untuk membongkar sekat tersebut dengan mengeksplorasi "Logika Doa Bapa Kami" bukan hanya sebagai cetak biru rasionalitas ilahi yang menata ulang prioritas hidup manusia.

Sampul buku Logika  Kuasa  Dua  Menjadi  Satu
Terbitan baru

Logika Kuasa Dua Menjadi Satu

Buku Logika Kuasa Dua Menjadi Satu mengajak pembaca menyelami misteri terdalam dari pernikahan Kristen sebagai sebuah kesatuan ilahi yang melampaui sekadar ikatan sosial atau emosional.

Sampul buku Logika  Kuasa  Kesepakatan Dalam  Hubungan  Suami  Istri
Terbitan baru

Logika Kuasa Kesepakatan Dalam Hubungan Suami Istri

Buku Logika Kuasa Kesepakatan dalam Hubungan Suami Istri: Menemukan, Mengusahakan, dan Menuai Kuasa Kesatuan dalam Perjanjian Pernikahan mengangkat sebuah kebenaran mendasar bahwa kekuatan terbesar dalam pernikahan bukan terletak pada dominasi, melainkan pada kesepakatan yang dibangun di atas kasih, komitmen, dan kesadaran akan perjanjian ilahi.

Sampul buku Logika  Kuasa  Kesinergian
Terbitan baru

Logika Kuasa Kesinergian

Keluarga sering kali dipandang sebagai unit sosial yang sederhana, namun di baliknya tersimpan dinamika mendalam yang mempertemukan antara kasih manusia dan anugerah Ilahi.

Sampul buku Logika  Kuasa  Lidah  Perkataan
Terbitan baru

Logika Kuasa Lidah Perkataan

Buku Logika Kuasa Lidah Perkataan: Teologi Firman, Paradoks Kata, dan Transformasi Hidup membawa pembaca masuk ke dalam pemahaman mendalam bahwa kata bukan sekadar alat komunikasi, melainkan kekuatan rohani yang membentuk realitas hidup manusia.

Sampul buku Mengenal  Berkat  Abraham  Ishak Dan  Yakub
Terbitan baru

Mengenal Berkat Abraham Ishak Dan Yakub

Buku Mengenal Berkat Abraham, Ishak, dan Yakub: Rahasia Perjanjian Allah dan Transformasi Hidup Orang Percaya mengajak pembaca menelusuri jejak iman para bapa leluhur sebagai fondasi untuk memahami karya Allah yang tidak pernah terputus dalam sejarah umat-Nya.

Sampul buku Belajar Bersama Anak
Terbitan baru

Belajar Bersama Anak

Belajar Bersama Anak adalah sebuah seruan profetik bagi gereja, pendidik, dan orang tua untuk tidak lagi memandang pelayanan anak sebagai aktivitas pinggiran, melainkan sebagai pusat pembentukan masa depan iman. Buku ini menelanjangi realitas anak-anak masa kini yang hidup di tengah arus digital yang deras, luka perundungan yang tersembunyi, dan krisis keluarga yang menggerus jiwa. Dengan kejujuran yang tajam dan kepekaan pastoral, buku ini mengajak pembaca masuk ke dalam dunia anak namun bukan untuk mengontrolnya dari kejauhan, tetapi untuk hadir, mendengar, dan mendampingi. Di sini, Pendidikan Agama Kristen tidak lagi sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses pemuridan yang menyentuh hati, membentuk karakter, dan menanamkan iman yang hidup. Lebih jauh, buku ini membangun sebuah kerangka pelayanan yang utuh dan strategis: mulai dari pemahaman konteks anak, perancangan kurikulum yang teologis, metode mengajar yang kreatif, hingga kepemimpinan pelayanan yang visioner. Setiap bagian mengalir menuju satu pusat: menghadirkan Injil secara relevan bagi anak sesuai tahap perkembangannya. Dengan pendekatan “belajar bersama,” pendidik tidak ditempatkan sebagai otoritas tunggal, tetapi sebagai rekan perjalanan iman. Dalam dinamika ini, mengajar menjadi tindakan mengasihi, dan melayani menjadi panggilan untuk membentuk generasi yang mengenal Kristus sejak dini, ini bukan sebagai konsep, tetapi sebagai Pribadi yang hidup dalam keseharian mereka .

Sampul buku Bertumbuh Bersama Anak
Terbitan baru

Bertumbuh Bersama Anak

Bertumbuh Bersama Anak menghadirkan sebuah panggilan yang tidak sekadar mendidik, tetapi memahami. Buku ini menempatkan anak bukan sebagai objek pengajaran, melainkan pribadi utuh yang sedang bertumbuh dalam kompleksitas yang indah baik secara fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan iman. Dengan mengintegrasikan teori perkembangan anak dan refleksi teologis yang kokoh, buku ini mengajak pembaca menembus pendekatan lama yang cenderung indoktrinatif, menuju pendekatan yang transformatif dan kontekstual. Di dalamnya, iman tidak diajarkan sebagai hafalan, melainkan dihidupkan sebagai perjalanan yang selaras dengan tahap perkembangan anak. Lebih dari sekadar buku pendidikan, karya ini adalah peta rohani dan pedagogis bagi orang tua, guru, dan pelayan anak untuk berjalan bersama generasi yang sedang “menjadi.” Setiap bab menyingkap bahwa pertumbuhan iman tidak pernah berdiri sendiri, tetapi bertaut erat dengan cara anak berpikir, merasakan, dan berelasi. Dengan landasan Alkitabiah yang kuat dan visi teologis yang tajam, buku ini menegaskan bahwa mendampingi anak adalah sebuah mandat ilahi, bukan sekadar tugas, melainkan investasi kekal. Di sinilah orang dewasa tidak hanya mengajar, tetapi juga dibentuk kembali, belajar merendahkan diri, dan menemukan bahwa dalam membimbing anak, mereka pun sedang dibimbing oleh Tuhan.

Sampul buku Bertemu Titik Baliknya
Terbitan baru

Bertemu Titik Baliknya

Hidup tidak selalu berjalan cepat, tidak selalu mudah, tetapi selalu tepat pada waktunya. Dalam buku Bertemu Titik Balik-Nya, pembaca diajak menelusuri perjalanan hidup yang penuh liku, mulai dari masa kecil yang sederhana, pergumulan ekonomi, kehilangan, hingga titik-titik mujizat yang tak terduga. Setiap kisah bukan sekadar kenangan, tetapi bukti nyata bahwa Tuhan bekerja di balik setiap musim kehidupan. Dari pengalaman kehabisan beras yang berakhir dengan mujizat, hingga perjuangan membangun usaha dari nol, penulis membuka sisi hidup yang jujur dan apa adanya. Tidak ada kisah yang dilebih-lebihkan. Justru dalam kesederhanaannya, pembaca menemukan kekuatan iman yang autentik. Ini adalah cerita tentang bertahan, bangkit, dan terus melangkah, bahkan ketika keadaan tidak berpihak. Lebih dari sekadar autobiografi, buku ini adalah refleksi tentang iman, integritas, dan kepercayaan kepada Tuhan. Saat dunia mengajarkan cara cepat untuk berhasil, penulis memilih jalan yang benar, meskipun tidak mudah. Dari sopir travel hingga menjadi seorang akademisi dan pengusaha, setiap langkah menunjukkan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian, tetapi dari kesetiaan dalam proses. Buku ini cocok bagi siapa saja yang sedang berjuang, kehilangan arah, atau menantikan jawaban dari Tuhan. Melalui setiap halaman, pembaca akan menemukan harapan baru: bahwa tidak ada proses yang sia-sia, dan tidak ada air mata yang tidak diperhitungkan. Pada akhirnya, semua akan membawa kita pada satu kesadaran: Tuhan tidak pernah terlambat.