Minggu, 5 April 2026
Erika FannyBy Erika Fanny

Saat Dunia Gelap, Janji Allah Tidak selamanya

Saat Dunia Gelap, Janji Allah Tidak selamanya

Matius 24:35, Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu.

Murid-murid sedang bertanya tentang masa depan, kapan Bait Allah akan diruntuhkan, bagaimana tanda kedatangan Tuhan dan seperti apa akhir zaman.

Lalu Yesus memakai perumpamaan pohon ara, ketika rantingnya melembut dan daunnya mulai tumbuh, orang tahu musim panas sudah dekat.

Artinya ada tanda-tanda rohani yang seharusnya membuat manusia sadar bahwa sejarah dunia tidak berjalan liar tanpa arah, melainkan sedang bergerak menuju penggenapan rencana Allah.

Banyak penafsir melihat bahwa bagian ini memang memiliki lapisan penggenapan dimana sebagian berkaitan dengan kehancuran Yerusalem pada tahun 70 M, tetapi juga menunjuk lebih jauh pada realitas kedatangan Kristus yang kedua kali.

Karena itu, ketika Yesus berkata, “angkatan ini tidak akan berlalu sebelum semuanya ini terjadi,” banyak penafsir memahami bahwa sebagian tanda awal itu benar-benar digenapi pada generasi murid-murid saat itu, khususnya dalam kehancuran Yerusalem, namun bahasa nubuat Yesus juga melampaui peristiwa itu dan mengarahkan hati kita kepada penghakiman dan penggenapan akhir yang lebih besar.

Jadi pohon ara bukanlah teka-teki untuk menakut-nakuti, melainkan ajakan untuk berjaga, peka dan hidup tidak sembarangan.

Lalu apa artinya “langit dan bumi akan berlalu”? Artinya, semua yang kelihatan kokoh di dunia ini sesungguhnya sementara, tubuh bisa melemah, rumah tangga bisa berubah, pelayanan bisa diuji, anak-anak bisa pergi menempuh hidupnya, orang yang kita kasihi bisa dipanggil pulang, bahkan dunia yang tampak besar ini pun suatu hari akan digantikan oleh ciptaan baru.

Tetapi di tengah semua yang bisa hilang, Yesus berkata, "PerkataanKu tidak akan berlalu.”

Ini berarti janji Tuhan tidak lapuk oleh zaman, tidak kalah oleh berita buruk, tidak dibatalkan oleh sakit dan tidak gugur oleh air mata.

Mengapa tidak semua orang sadar, padahal Tuhan sudah memberi tanda? Karena Karena manusia sering lebih cepat percaya pada dunia yang terlihat daripada Firman yang kekal.

Sebab itu, menjaga iman di masa sulit bukan berarti kita tidak takut atau tidak lelah, melainkan tetap memegang suara Tuhan lebih erat daripada memegang rasa cemas kita sendiri.

Sahabat, jangan sandarkan hidup pada yang bisa berlalu, sandarkan pada Kristus yang perkataanNya tidak pernah gagal.

Saat tubuh tidak kuat, andalkan Tuhan. Saat masa depan gelap, andalkan Tuhan. Saat hati sedih, andalkan Tuhan. Sebab yang menopang kita bukan keadaan yang membaik dulu, tetapi Firman yang tetap hidup lebih dulu.📌