Selasa, 30 Desember 2025
Erika FannyBy Erika Fanny

Renungan 31 Desember 2025

Renungan 31 Desember 2025

Selamat pagi sahabat IC3 (Indonesia Christian Cancer Community), sahabat IC3 Filia (single parent community), sahabat DBS (pembaca Alkitab), sahabat orangtua rumah belajar satu visi bagi Indonesia, sahabat para istri hamba Tuhan di Kalbar 31 Des 2025, jam 03.45 wib, saat teduh subuh bersama Pdt. Dr. Erika Fanny. Saat menutup tahun 2025 dan doakan perjalanan dan waktu indah dalam retreat tiga hari

Matius 5:13, kami adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan. Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang

Garam dikenal luas di dunia Yahudi dan Romawi sebagai penambah rasa, pengawet makanan, bahkan alat pembayaran. Garam berasal dari laut, memiliki sifat dasar asin dan keberadaannya menentukan apakah makanan layak dimakan atau membusuk.

Ketika Yesus berkata, “Kamu adalah garam dunia,” Ia sedang menjawab pertanyaan terdalam manusia, Siapa kamu itu? Bukan orang gagal karena sakit, bukan sisa hidup karena menjadi janda, bukan tak berguna karena usia lanjut, bukan hanya pendamping di balik pelayanan suami.

Dunia membutuhkan kehadiran orang-orang menjadi garam itu dan bahaya ketika garam menjadi tawar.

Secara kimia, garam murni tidak mungkin kehilangan rasa asinnya. Namun garam pada zaman itu sering tercampur tanah atau mineral lain, sehingga tampak seperti garam tetapi tak lagi berfungsi.

Dalam hal ini sahabat, bukan sakit, usia atau air mata yang membuat kita kehilangan makna, melainkan ketika kita membiarkan diri tercampur oleh kemarahan, kepahitan, putus asa dan rasa tidak berharga.

Garam yang “tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang” Tuhan Yesus tidak mengucapkan ini untuk menghukum, melainkan untuk menyadarkan kita. Ia memanggil kita kembali kepada jati diri kita sebagai anak Tuhan, tetap asin, tetap setia, tetap memberi rasa, meski hidup diinjak oleh penderitaan

Di hadapan Allah, engkau tidak dibuang. Selama engkau tinggal di dalam Kristus, hidupmu tetap garam berharga, bermakna dan dipakaiNya untuk dunia.📌