Renungan 4 Januari 2025

Selamat pagi sahabat IC3 (Indonesia Christian Cancer Community), sahabat IC3 Filia single parent community, sahabat DBS (Discovery Bible Study), Sahabat para istri hamba Tuhan di Kalbar 4 Januari 2025, jam 04.30 wib,saat teduh subuh bersama Pdt. Dr. Erika Fanny
Matius 5:27-28, Kamu telah mendengar firman Jangan berzinah. Namun Aku berkata kepadamu, setiap orang yang memandang perempuan hingga menginginkan sudah berzinah dengan dia dalam hatinya
Hukum Taurat mengajarkan tidak boleh zina sebatas perbuatan fisik antara orang yang tidak seharusnya bersatu. Zina berarti pelanggaran kesetiaan pernikahan dan penghinaan terhadap kekudusan relasi yang Allah tetapkan. Namun Yesus membuka cara pandang lebih dalam lagi. Bukan zina secara fisik Tetapi memandang dengan nafsu dan menginginkan sudah merupakan perzinahan di hati.
Menginginkan di sini bukan sekadar melihat, melainkan membiarkan pikiran dan hati memelihara hasrat nafsu liar untuk memiliki, menguasai atau menikmati orang lain di luar kehendak Allah.
Dengan demikian, seseorang bisa berzinah tanpa perbuatan fisik, karena dosa bermula dari hati. Hukum ini tidak hanya berlaku bagi pria, tetapi juga perempuan, setiap manusia dipanggil untuk menjaga kemurnian hidup.
Yesus berbicara sangat serius karena perzinahan merusak gambar Allah dalam diri manusia, melukai kesetiaan dan mengoyakkan hubungan kita dengan Allah yang kudus.
Di hadapan Allah, berzina berarti menggeser pusat kasih kita dari Tuhan kepada keinginan diri/ keinginan daging.
Maka menjaga kekudusan hidup bukan dengan rasa bersalah yang kuat atas perbuatan diri yang telah diketahui orang, melainkan kesadaran penuh baik pikiran dan tindakan untuk menjaga hati membawa pikiran ity kepada terang Firman Tuhan. Setiap perzinahan yang dilakukan selalu berbuah akibat dosa yang berat sebab tidak satupun manusia bisa luput di Mata Allah.
Rawatlah mata dengan memilih apa yang layak dilihat, latihlah hati untuk jujur di hadapan Tuhan dalam doa, bangun batas yang sehat dalam relasi dan hiduplah dalam komunitas yang saling meneguhkan.
Bagi sahabat tengah berjuang dalam sakit berat, sahabat lanjut usia yang rasa kesepian, sahabat janda dalam kesendirian, sahabat istri hamba Tuhan dalam pernikahan, ingatlah kekudusan bukan bicara tentang kekuatan kita, melainkan kesediaan kita bersandar pada Roh Kudus setiap hari.
Tuhan yang memanggil kita kudus adalah Tuhan yang setia memberi kekuatan, agar hidup kita dalam keterbatasan apa pun tetap berkenan di hadapanNya dan hidup dalam kekudusan. Tanpa kekudusan tidak mungkin orang bisa melihat Allah📌