
Membentuk Jemaat yang Memuridkan: Strategi, Model, dan Praktik Pendidikan Warga Jemaat bagi Gereja Masa Kini
Membentuk Jemaat yang Memuridkan hadir sebagai panduan praktis bagi gereja yang ingin mengubah pendidikan warga jemaat menjadi proses pemuridan yang terarah, kontekstual, dan berkelanjutan. Buku ini melanjutkan landasan teologis Buku dengan menunjukkan cara menerapkannya dalam kehidupan serta pelayanan gereja masa kini.
Pembahasan dimulai dengan langkah membaca kondisi dan kebutuhan nyata jemaat. Gereja diajak mengenali komposisi generasi, kondisi keluarga, pergumulan sosial, kesehatan, ekonomi, tingkat keterlibatan pelayanan, dan tantangan iman di ruang digital. Hasil pemetaan tersebut kemudian digunakan untuk menyusun kurikulum yang alkitabiah, Kristosentris, partisipatif, terukur, dan sesuai konteks.
Buku ini menjelaskan bagaimana khotbah dapat dihubungkan dengan pembinaan lanjutan, kelompok kecil menjadi ruang pertumbuhan, serta mentoring, coaching, dan pemuridan pribadi dipakai untuk membentuk karakter dan panggilan pelayanan. Katekisasi dan sekolah teologi awam ditempatkan sebagai jalur pembelajaran yang membangun identitas iman, bukan sekadar kegiatan formal. Pembaca juga diperlengkapi untuk menghadapi budaya post-truth, mengembangkan literasi digital Kristen, membangun pendidikan lintas generasi, dan memperkuat keluarga sebagai mitra utama gereja.
Perhatian khusus diberikan kepada pendidikan pastoral bagi penyintas kanker, orang tua tunggal, lansia, jemaat berduka, keluarga yang berkonflik, dan kaum muda yang mengalami krisis identitas. Pengalaman IC3 Penyintas dan IC3 Filia disajikan sebagai contoh pendidikan kontekstual yang bertumbuh melalui firman, kesaksian, doa, pendampingan, dan komunitas.
Bagian akhir membahas kepemimpinan yang memperlengkapi, pengembangan pengajar awam, pengukuran dampak, serta penelitian tindakan dalam gereja. Melalui peta implementasi satu tahun dan tiga tahun, buku ini menolong gereja bergerak dari program yang terpisah menuju budaya belajar yang menghasilkan pelayan, pemimpin, dan pemurid baru. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan pertanyaan refleksi pada setiap bab, pembaca dituntun untuk mengevaluasi pelayanan, menetapkan prioritas, serta mengambil langkah nyata menuju multiplikasi pemuridan yang sehat.